OBSERVASI PENGGUNAAN LAPTOP (KOMPUTER JINJING)

“OBSERVASI” apa yang dimaksud dengan observasi ? untuk itu sebaiknya kita melihat bagaimana penjelasan yang diberikan oleh Dr. Gorys Keraf tentang observasi. Menurut Dr. Gorys Keraf ” Observasi ialah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung”.

mengacu pada pengertian dasar dari observasi tersebut maka metode pengupulan data untuk melakukan observasi terbagi di dalam beberapa cara, diantaranya :

  1. Teknik Wawancara
  2. Teknik Observasi (Observation)
  3. Teknik Daftar Pertanyaan (Questioner)

Yang saya lakukan di dalam observasi kali ini menggunakan metode Tekhnik Daftar Pertanyaan (Questioner). Saya akan melakukan Observasi atau pengamatan terhadap pola gaya hidup pengguna laptop (komputer jinjing). Observasi saya bertunjuan untuk mengetahui:

  1. Merk laptop apa saja yang banyak digunakan
  2. Berapa lama sang pengguna menggunakan laptop
  3. Kegunaan atau peruntukan laptop tersebut

Agar tidak rumit maka sasaran responden yang saya gunakan berasal dari kalangan “facebook”. Metode yang saya gunakan dengan cara mengirim Daftar Pertanyaan (Questioner) melalui messages ke inbox masing responden, untuk observasi kali ini saya melakukannya kepada 100 responden yang sebelumnya saya sudah ketahui bahwa mereka memiliki laptop.

Setelah 15 hari pengamatan maka terkumpulah semua data dari respoden. Setelah saya olah maka terlihat dari 100 orang yang memiliki laptop maka :

1. Untuk merk laptop yang paling banyak digunakan

    –          35 % atau 35 orang mengunakan merk  ACER

    –          30 % atau 30 orang mengunakan merk  HP

    –          15 % atau 15 orang  menggunakan merk AXIOO

    –          10 % atau 10 orang menggunakan merk  MAC

    –          5 % atau 5 orang menggunakan merk DELL

    –          5%  atau 5 orang menggunakan merk LENOVO

    2. Berapa lama sang pengguna menggunakan laptop

      –          60 % diatas 6 tahun

      –          30 % sekitar 4 – 6 tahun

      –          10 % 4 tahun ke bawah

      3. Kegunaan atau peruntukan laptop tersebut

        –          45 % digunakan untuk penunjang kegiatan belajar atau pekerjaan

        –          30 % digunakan untuk sekedar bermain internet atau game

        –          25 % menyatakan maksud dari penggunaan laptop mereka adalah sebagai penunjang “FASHION”

        Cukup sederhana memang observasi yang saya lakukan, namun dapat saya simpulkan bahwa sekarang ini pemilihan penggunaan komputer jinjing (laptop) tidak di dasari oleh kebutuhan pekerjaan atau pendidikan semata. Daru hasil observasi yang saya lakukan hal cukup mengejutkan bahwa kegunaan  laptop tersebut diperuntukan untuk penunjang mode atau “FASHION”, hal ini memeng dating dari wanita yang sangat memperhatikan mode atau “ FASHION” mereka.

        Iklan

        PARAGRAF INDUKTIF

        Setelah mempelajari tentang paragraf deduktif kini kita akan memepelajari tentang “PARAGRAF INDUKTIF”, apa itu paragraf induktif ? menurut sumber yang sama yaitu karangan Dr. Gorys Keraf bahwa paragraf induktif adalah adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. Tidak seperti paragraf deduktif yang memiliki alur penulisan umum – khusus maka paragraf induktif memiliki alur penulisan khusus – umum, biasanya gagasan utama dari sebuah paragraf induktif berada pada kalimat akhir. Untuk lebih jelasnya kita bisa melihat contoh berikut.

        contoh :

        Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Bahasa merupakan sendi-sendi kehidupan. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar dan penerimaan informasi yang ada akan tersendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.

        Tulisan yang tercetak miring dan tebal diatas tersebut merupakan gagasan utama dari paragraf, maka dengan itu paragraf diatas sesuai dengan ciri2 paragraf induktif , diantaranya :

        1. Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusu

        2. Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus

        3. Kesimpulan terdapat di akhir paragraf

        dengan demikian paragraf diatas merupakan paragraf induktif.

        Nama : Victor Parulian Syauta ….. Kelas : 3KB01 …… NPM : 21107718

        PARAGRAF DEDUKTIF

        Apa itu “PARAGRAF DEDUKTIF” ? menurut penjelasan buku yang ditulis Dr. Gorys Keraf bahwa paragraf dedeuktif adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum ke hal yang lebih khusus. Gagasan utama terletak pada kalimat pertama dalam suatu paragraf. Berikut ini adalah sebuah contoh bentuk paragraf deduktif

        contoh :

        Ilmu pengetahuan itu sangat penting. Sebab ilmu pengetahuan membuat kita jadi pintar. Kepintaran membuat kita lebih percaya diri. Kepercayaan diri membuat kita tidak mudah terpengaruh kata-kata orang lain.  Apalagi itu hanya berupa hasutan atau isu-isu tanpa bukti. Kita juga tidak bisa di bohongi oleh orang yang ingin menjerumuskan. Dengan ilmu kita bisa mendapat pengalaman berharga.

        Bagian yang ditebalkan merupakan kalimat yang mengandung gagasan utama dari paragraf tersebut. Kalimat yang lainya hanya merupakan kalimat penjelas untuk menjelaskan bagaimana maksud dari gagasan utama tersbut. untuk itu paragraf deduktif adalah  paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. sesuai kutipan penjelasan saya dari Dr.Gorys Keraf.

        Nama  : Victor Parulian Syauta ……. Kelas : 3KB01 ……. NPM: 21107718

        HOT-SPOT KAMPUS D GUNADARMA

        Universitas Gunadarma selain terkenal dengan mahasiswanya yang ahli dalam masalah IT, juga terkenal akan legenda HOT-SPOTnya yang cepat. Banyak mahasiswa – mahasiswa Universitas Gunadarama sudah membuktikan bahwa legenda HOT-SPOT di kampunya bukanlah hisapan jempol semata. Memang bagi sebagian orang belum mengetahuinya legenda HOT-SPOT Gunadarma, hal itu akan hanya dianggap guyonan biasa.

        Dimanakah letak lokasi HOT-SPOT Gunadarma yang melegenda itu ?, letak lokasi HOT-SPOT gunadarma yang melegenda itu ada di kampus D Universitas Gunadarma yang terletak  di Jl. Margonda Raya No. 100 Depok. Lokasi itu tepatnya terletak di gedung D12, tidak banyak memang mahasiswa yang mengetahui lagenda tersebut. mengapa gedung D12 ?, menurut penelusuran beberapa mahasiswa yang ahli di bidang HOT-SPOT, di gedung D12 hanya ada beberapa mahasiswa yang mengetahui keberadaan HOT-SPOT di gedung itu sehingga jumlah mahasiswa yang melakukan konektifitas di sana sangat sedikit. Selain itu jarak acses point yang dekat dengan user membuat sinyal HOT-SPOT semakin baik, dengan sinyal yang baik dan jumlah user yang sedikit akan membuat speed internet pun akan menjadi sangat baik. Ini salah satu bukti kebenaran legenda tersebut,


        Gambar diatas menunjukan speed download yang mencapai 2,37 MBytes / sec, kecepatan yang cukup fantastis untuk sebuah fasilitas HOT-SPOT public.

        Jika anda penasaran dengan kebenaran speed di atas, saya sarankan untuk segera mencoba untuk ber HOT-SPOT di kampus D gedung D12. Namun untuk mencoba fasilitas tersebut anda harus tedaftar sebagai mahasiswa aktif Universitas Gunadarma, karena untuk mencoba fasilitas HOT-SPOT di kampus Gunadarma anda membutuhkan ID studentsite beserta paswordnya untuk melakukan proses autentikfikasi. SELAMAT MENCOBA

        ETIKA BER-JEJARING SOSIAL

        Sekedar sharing degan teman – teman tentang pengalaman saya yang sangat tidak mengenakan saat berjajaring sosial. Memang dalam berjejaring sosial tidak ada peraturan yang mangharuskan setiap pengguna menjaga etika tulisannya masing – masing, namun ketahuilah bagaimana perasaan orang yang namanya baik sengaja atau tidak sengaja dipakai untuk menjadi topik pembicaraan yang negatif. seperti contoh berikut ketika nama saya dijadikan bahan perbincangan negatif di jejaring sosial twitter,

        mungkin bagi penulis dan kawan – kawannya tidak akan merasakan dampaknya, namun coba anda pikirkan bagaimana perasaan saya sebagai objek yang dibicarakan negatif oleh orang tersebut. Untuk itu haruslah kita menjaga etika tulisan kita saat berjejaring sosial, karena bukan anda yang dirugikan dengan menulis yang negatif tentang seseorang tapi pikirkanlah bagaimana perasaan orang lain jika ia mengetahuinya.
        SELAMAT MENIKMATI JEJARING SOSIAL DAN TETAP JAGA ETIKA TULISAN KITA.

        HARAPAN

        Pernah daku berharap akan kehidupan yang fana

        Namun kecewa dan pedih yang kurasa

        Pernah daku berharap akan cinta yang abadi

        Namun rasa sakit dan pengkhianatan yang kudapat

        Penah daku berharap pada cahaya matahari yang menghangatkan

        Namun ku tahu malam akan datang menyelimuti kehidupan

        Pernah ku berharap akan indahnya bintang yang abadi di langit

        Namun ku tahu awan akan menutupi indahnya sang bintang

        Sekarang ku tersadar bahwa semua hanya hal yang fana

        Sekarang ku tersadar tidak akan ada hal yang abadi di dunia ini

        Namun kini ku tahu kemana akan ku gantungkan harapan ku

        Tersadar oleh kebesaranNYA yang menciptakan dunia ini

        Hanya kepadaNYA kuggantungkan harapan ku

        Karena ku tahu hanya DIA yang maha mendengar

        Karena ku tahu hanya DIA yang maha murah

        Karena itu haya kuggantungkan harapan ku padaMU, TUHAN…..